Kangen nasywa...
Sedang apa nasywa sayang........
Mama dah kangen, begitu lama rasanya menunggu jam 12 siang tuk segera ktemu kamu sayang...
Mama bawain oleh - oleh nih....
Chicken nugget kesukaan nasywa...
Semoga bikin nasywa tambah banyak makan ya......Amin
Mama pengen lihat nasywa lebih gemukan
Makanya banyak makan donk....
Tapi...kalo pun ternyata nasywa maunya cuma nambah panjang juga gak papa nak..
Yang penting nasywa sehat....
Maafin mama dan papa ya sayang...
Ninggalin nasywa ama tante atikah, padahal nasywa blom kenal ama tante itu...
Sabar ya nak, ini mungkin latihan juga buat nasywa supaya belajar cepat beradaptasi dengan orang lain...
Kalo pas mama tinggal, jangan sedih dengan wajah seperti itu nak....
Mama jadi sedih dan ngerasa bersalah...
Mama lebih tenang lihat nasywa nangis menjerit dari pada melihat raut wajah nasywa yang kelihatan protes tapi berusaha untuk gak nangis.....sedih mama nak....
Mama bangga ama nasywa, ...
Nasywa masih kecil, tapi udah pinter berusaha untuk gak sedih dan nangis...
Walau mama tau sayang, kamu protes dan gak mau ditinggal...
Nanti, kalo nasywa sudah lebih besar, mudah2an nasywa bisa lebih menerima ya nak...
Semoga Allah menjadikan nasywa sebagai anak yang kuat, sholeha, sabar dan baik budi....
Dan semoga Allah selalu melindungi nasywa dan memberikan kesehatan untuk nasywa ya...Amin
Allah itu adil nak, suatu saat Insya Allah, nasywa mendapatkan kebaikan yang berlipat-lipat dari semua kesedihan nasywa....
Mama pengen, suatu saat di masa mendatang nanti, nasywa berhasil meraih kebahagiaan dan kesuksesan yang nasywa impikan, Amin.
Nasywa tau gak, kalo mama dan papa selalu takjub melihat perkembangan nasywa...
Sekarang, setiap hari, rasanya Allah begitu banyak memberimu kepandaian nak...
Jangan lupa bersyukur untuk itu ya sayang....
Nasywa sadar gak...setiap kali nasywa mengikuti lagu yang sering nasywa dengar di cd lagunya nasywa, mama dan papa selalu pandang-pandangan sambil tersenyum.....kamu lucu sekali sayang....
Nasywa putri kecil mama, setiap detik bersamamu terasa begitu menakjubkan...
Meski kadang kamu juga sering buat mama atau papa menjadi khawatir dengan apa yang kamu lakukan....
Maafin mama dan papa kalo terkadang gak begitu sabar mengajakmu bermain ya nak....
Semoga Allah, memberikan kasih sayangnya buat mama, papa dan nasywa, sehingga kita semua juga bisa saling menyayangi ya nak......Amin
Cinta, sayang dan kasih mama buat nasywa, juga papa
15 agustus 2007
Kampus PCR di ruang yang sepi karena ditinggal para penghuninya yang pada sibuk
Wednesday, August 15, 2007
Tuesday, July 17, 2007
DiLeMa AguStuS
Gak lama lagi bulan agustus. Berarti kakak pengasuh nasywa bakal pulang kampung untuk menghadiri acara nikahan adiknya. Dan belum tahu akan kembali atau tidak.
Banyak hal yang dari sekarang sudah menjadi beban fikiranku. Dari mulai masalah mengurus rumah sampai dengan hal-hal yang penting untuk aku taati saat menjelang bulan Ramadhan nanti. Ya, otomatis aku harus bisa memanage waktu ku, agar semua pekerjaan yang biasa di handle pengasuh terselesaikan dengan baik.
Hal yang paling membuatku gundah, apalagi kalau bukan masalah putri kecilku. Sampai saat ini pun, aku belum terbayang untuk menitipkannya dimana dan sama siapa. Aku khawatir dia kaget menerima perubahan yang tiba-tiba. Sementara kalo perubahan suasana diberikan mulai sekarang, aku aja masih bingung kemana aku titipkan anakku ini. Kasihan nasywa. Sementara kakaknya ditinggal pergi jalan-jalan aja dia udah nangis, gimana kalo ntar tau kakaknya bakal lama gak kelihatan.
Aku ingin membawanya ke tempat kerja. Tapi aku khawatir, di tempat kerjaku nanti nasywa gak bisa tidur. Karena biasanya begitu. Ntar malah jadi sakit, kalo gak bisa istirahat. Ya Allah.....berikan kami jalan keluar terbaik ya Allah......
Menjaganya memang adalah kewajibanku. Namun kewajiban pekerjaanku menyebabkan aku tidak bisa memenuhi kewajiban itu seharian. Maaf kan mama ya nasywa. Semoga nasywa tetep kuat, ceria, dan gak ada masalah kalo nanti kakak pergi ya nak. Semoga mama dan papa diberikan Allah jalan keluarnya.
Ya Rab.......ku pasrahkan semuanya kepadamu. Kuatkan nasywa ya Rab, agar apapun yang terjadi nanti, tidak mempengaruhi kebahagiaannya, tidak menimbulkan trauma apapun, tidak membuatnya menjadi pemurung. Jadikan anakku anak yang kuat ya Allah.......
Nasywa, kalaupun nanti mama gak bisa memberikan yang terbaik, maafin mama ya. Tapi mama janji, Insya Allah, akan melakukan yang terbaik yang mama bisa buat nasywa dan papa ya......Amin.
IstiRahaT di SuRgA
Bismillahirrahmannirrahiim
Tadi subuh, dengar sedikit acara ceramah penyejuk iman di salah satu TV swasta. Isinya adalah memotivasi diri kita untuk memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin dengan ibadah-ibadah kepada 4JJI.
Dikatakan oleh sang ustadz bahwa sesungguhnya bahaya, malapetaka, cobaan dan ujian, perjuangan, memang dunia tempatnya. Sedangkan tempat untuk istirahat adalah surga yang dijanjikan oleh 4JJI.
Kadang kita seringkali merasa bahwa hidup terlalu sulit dengan datangnya cobaan yang silih berganti. Masalah, tidak pergi dari hidup kita, selesai satu masalah, maka akan muncul masalah-masalah berikutnya. Sampai-sampai mungkin setiap ujian yang datang hampir saja membuat kita putus asa.
Nah, ceramah subuh tadi cukup memberi motivasi agar setiap manusia berusaha menjalankan hidupnya semaksimal mungkin. Bahwa ujian, cobaan, bahaya dan perjuangan adalah memang di alam dunia tempatnya. Kalaupun kita beristirahat, istirahat tersebut adalah sementara, sekedar memberikan hak kepada tubuh kita yang telah lelah seharian menyelesaikan permasalahan demi permasalahan. Kemudian, kita harus bersiap kembali menemukan dan menyelesaikan masalah-masalah baru. Tentu saja kebahagiaan pun akan datang mengiringi kepedihan-kepedihan hidup. Sesuai janji Allah, bahwa setelah kesusahan akan muncul kemudahan. Begitulah, hidup memang tempatnya kita untuk beribadah dan mencari ridho Allah sebanyak-banyaknya sebagai bekal kita "pulang". Sementara istirahat panjang kita adalah surga Illahi Rabbi, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai.
Subhanallah, subuh tadi pun aku menemukan ayat-ayat dalam Kalamullah yang menerangkan siapa saja yang akan merasakan surga Allah, yakni : orang yang beriman kepada Allah dan memohon ampun atas segala dosa-dosanya, orang yang sabar, orang yang taat, orang yang menafkahkan sebagian hartanya di jalan Allah dan orang yang meminta ampun saat sebelum fajar (QS. Al-Imran : 16-17)
Subhanallah....Maha suci Allah yang telah memberikan ketentuan-ketentuan tas hamba-Nya, dan Dia takkan mungkin zalim kepada hamba-Nya. Semoga kita diberikan kekuatan untuk selalu berusaha mencari ridho-Nya dalam setiap cobaan hidup yang kita lalui, yang akhirnya menghantarkan kita pada keajaiban Surga- Nya, Insya Allah.
Ya Allah.....berikan kekuatan kepada ku untuk mampu menjalani hari ini dengan penuh semangat, semangat jihad untuk Mu, Amin.
Rumbai
Thursday, July 12, 2007
Ngeri.....Ngeri......
Belakangan, kok sepertinya lingkungan kampus gampang sekali menjadi "panas" ya. Rasanya semakin sering aku mendengar dan menemukan hal-hal yang menyebabkan imel menjadi penuh dan rame. Penyebabnya pun macam - macam. Kenapa ya, ada apa dengan kampus ini?
Kejadian demi kejadian membuat aku semakin takut untuk menggunakan imel walau untuk kepentingan kampus sekalipun. Takut salah ucap, salah kata, keseleo lidah yang bisa menyebabkan misunderstanding dengan orang lain. Bahkan untuk menyampaikan beda pendapat pun seakan bakal menjadi boomerang yang akan merusak keharmonisan berteman.
Hi.....ngeri. Siapa sih yang mau punya musuh. Aku yakin gak ada. Hanya saja, kadang kita menilai dan memandang sesuatu berbeda dengan orang lain. Dan kadang kita sulit untuk menerima perbedaan-perbedaan itu. Atau terkadang, memahami sebuah kalimat pun setiap orang bisa berbeda-beda. Ini yang kadang mampu menjadi pisau yang siap menyayat hati, walau kadang kita tidak pernah berniat menggunakannya.
Imel, sama dengan surat biasa, yang diketik tanpa bisa memberikan pengetahuan pada si pembaca, bagaimana intonasi orang yang mengirimkan imel. Apalagi, seingnya kita mengetik imel tidak menggunakan tanda baca. Sehingga, seringkali sebuah kalimat diartikan secara berbeda antara niat si pengirim dan yang dimaknai oleh si penerima.
Imel, memang bisa menjerumuskan. Apalagi jika yang dibahas adalah hal yang sangat sensitif misalnya. Mungkin jalan keluar terbaik, jika orang yang akan diajak berbicara berdekatan, tidak usah menggunakan imel. Lebih baik langsung face to face saja. Sehingga semua maksud, Insya Allah tersampaikan dengan baik, tidak terjadi saling menduga dan berprasangka. Karena bahasa dengan intonasi dan bahasa tubuh pastinya lebih menunjukkan apa yang sebenarnya ingin kita sampaikan. Kadang, sudah face to face aja, kita masih butuh banyak kalimat untuk menjelaskan tentang sesuatu, apalagi hanya lewat imel.
Begitulah ya, perangkat buatan manusia, tidak akan pernah lebih baik dari perangkat buatan Tuhan. Harapanku semoga kampus ini terus berbenah untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang di sana - sini. Dan kekompakan, saling mendukung, saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran, semoga selalu berada di antara kita, sehingga kita pun, setiap orang, bisa menjadi komponen pendukung bangkitnya kampus ini ke arah yang kita harapkan, Amin.
Kejadian demi kejadian membuat aku semakin takut untuk menggunakan imel walau untuk kepentingan kampus sekalipun. Takut salah ucap, salah kata, keseleo lidah yang bisa menyebabkan misunderstanding dengan orang lain. Bahkan untuk menyampaikan beda pendapat pun seakan bakal menjadi boomerang yang akan merusak keharmonisan berteman.
Hi.....ngeri. Siapa sih yang mau punya musuh. Aku yakin gak ada. Hanya saja, kadang kita menilai dan memandang sesuatu berbeda dengan orang lain. Dan kadang kita sulit untuk menerima perbedaan-perbedaan itu. Atau terkadang, memahami sebuah kalimat pun setiap orang bisa berbeda-beda. Ini yang kadang mampu menjadi pisau yang siap menyayat hati, walau kadang kita tidak pernah berniat menggunakannya.
Imel, sama dengan surat biasa, yang diketik tanpa bisa memberikan pengetahuan pada si pembaca, bagaimana intonasi orang yang mengirimkan imel. Apalagi, seingnya kita mengetik imel tidak menggunakan tanda baca. Sehingga, seringkali sebuah kalimat diartikan secara berbeda antara niat si pengirim dan yang dimaknai oleh si penerima.
Imel, memang bisa menjerumuskan. Apalagi jika yang dibahas adalah hal yang sangat sensitif misalnya. Mungkin jalan keluar terbaik, jika orang yang akan diajak berbicara berdekatan, tidak usah menggunakan imel. Lebih baik langsung face to face saja. Sehingga semua maksud, Insya Allah tersampaikan dengan baik, tidak terjadi saling menduga dan berprasangka. Karena bahasa dengan intonasi dan bahasa tubuh pastinya lebih menunjukkan apa yang sebenarnya ingin kita sampaikan. Kadang, sudah face to face aja, kita masih butuh banyak kalimat untuk menjelaskan tentang sesuatu, apalagi hanya lewat imel.
Begitulah ya, perangkat buatan manusia, tidak akan pernah lebih baik dari perangkat buatan Tuhan. Harapanku semoga kampus ini terus berbenah untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang di sana - sini. Dan kekompakan, saling mendukung, saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran, semoga selalu berada di antara kita, sehingga kita pun, setiap orang, bisa menjadi komponen pendukung bangkitnya kampus ini ke arah yang kita harapkan, Amin.
PeLajaRaN HiduP
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun......
Dari kemarin, sampai hari ini, masih ada saja infotainment dan berita tentang kecelakaan naas yang merenggut nyawa seorang pelawak terkenal negeri ini, Alm. Muhammad Taufik, atau yang lebih dikenal dengan Taufik Savalas.Mulai dari gambar-gambar ringseknya mobil kijang yang ditumpangi oleh almarhum, keadaan keluarganya sampai kilas balik perjalanan karir almarhum hingga dikenal sebagai selebritis.
Hidup, sudah dijanjikan oleh Sang Pemberi hidup, akan diambil dengan waktu yang telah kita dan pencipta janjikan di kala kita masih di dalam kandungan bunda. Meski kematian adalah hal yang pasti, namun kita, selalu saja merasa belum siap menghadapinya. Bahkan terkadang, kebahagiaan duniawi seringkali membuat kita lupa akan kepastian datangnya maut. Sang penjemput, selalu datang tepat waktu sesuai titah Illahi. Tidak akan bergeser walau seperseribu nano detik. Dan takkan ada yang mampu kita lakukan untuk menangguhkannya.
Allah, memberi kita peringatan-peringatan atas datangnya hal yang dijanjikan-Nya ini. Dan memang seharusnyalah, peringatan-peringatan tersebut kita jadikan pelajaran untuk membuat hidup kita lebih bermakna, berisi, untuk menyambut datangnya alam lain setelah alam fana ini.
Saat pertama kali mendengar tentang kejadian yang menimpa Taufik di salah satu berita pagi, air mataku langsung mengalir deras. Bukan kepergiannya yang aku tangisi, karena aku hanya mengenalnya sebagai artis, namun kedatangan maut yang secara tiba-tiba yang membuatku tersadar, aku.......masih jauh dari siap untuk menerima ketentuan itu atas diriku. Ya Allah, demi nama-Mu, aku takkan sanggup menjalani azab Mu. Ya Allah.....begitu banyak waktu yang ku buang percuma, begitu banyak waktu yang hanya ku isi dengan pernak-pernik duniawi, begitu sedikitnya hal-hal yang kulakukan untuk bekal ku pulang Ya Rab......
Kita, kadang sibuk hanya memikirkan pekerjaan, keluarga, sibuk membeli baju, sepatu, tas dan semua aksesori yang membuat kita merasa lebih baik menjalani hidup dunia kita, sibuk mendandani diri bahkan kalo harus menentang kalam-Nya, asal tampil memikat pun dilakukan. Padahal, semua tidak ada yang akan memberi kita jaminan untuk mendapat kebaikan di hari akhir. Bahkan kulit mulus yang diusahakan mati-matian pun, nantinya hanya akan menjadi santapan belatung. Memang benar kata sebuah hadist, dengan seringnya mengingat kematian, semoga kita selalu menyiapkan diri kita untuk menghadapinya dan menjalani hidup dengan rendah hati dan selalu berusaha berada pada garis batas yang telah ditentukan oleh - Nya.
Ya Allah,jikalau nanti saatnya tiba, izinkan aku kembali kepada Mu dalam kedaan Husnul Khatimah, izinkan aku, walau tak pantas, merasakan kebahagiaan kehidupan kekal yang telah Engkau janjikan. Tunjukkan aku untuk berjalan di atas bumi ini dengan nama Mu, ampuni semua kesalahan ku ya Rab......Hanya kemurahan hati Mu yang akan memberikan kebaikan pada hamba Mu ini, di dunia dan akhirat, Amin.
"Di saat ajal kan datang menjelang
Malaikat izrail mainkan peran
kenikmatan dunia pun berlalu
Mohon ampunan sudah tak berlaku
Nyawa tercabut tubuh pun meregang
Allahu akbar janjimu tlah datang
Tiada lagi tempat pertolongan
kecuali amal dan perbuatan
Semasa hidup membentang zaman
ridho Illahi yang didambakan"
Rumbai, 12 Juli 2007
Buat seluruh saudari-saudariku, jika aku pernah menyakitimu,dulu, sekarang bahkan mungkin yang akan datang, ku mohon ampuni aku ya, aku ingin setiap detik yang aku lalui, bersih dari kesalahan-kesalahanku atas kalian. Semoga Allah, memberikan kebaikan-kebaikannya untuk kita ya, Amin.
Dari kemarin, sampai hari ini, masih ada saja infotainment dan berita tentang kecelakaan naas yang merenggut nyawa seorang pelawak terkenal negeri ini, Alm. Muhammad Taufik, atau yang lebih dikenal dengan Taufik Savalas.Mulai dari gambar-gambar ringseknya mobil kijang yang ditumpangi oleh almarhum, keadaan keluarganya sampai kilas balik perjalanan karir almarhum hingga dikenal sebagai selebritis.
Hidup, sudah dijanjikan oleh Sang Pemberi hidup, akan diambil dengan waktu yang telah kita dan pencipta janjikan di kala kita masih di dalam kandungan bunda. Meski kematian adalah hal yang pasti, namun kita, selalu saja merasa belum siap menghadapinya. Bahkan terkadang, kebahagiaan duniawi seringkali membuat kita lupa akan kepastian datangnya maut. Sang penjemput, selalu datang tepat waktu sesuai titah Illahi. Tidak akan bergeser walau seperseribu nano detik. Dan takkan ada yang mampu kita lakukan untuk menangguhkannya.
Allah, memberi kita peringatan-peringatan atas datangnya hal yang dijanjikan-Nya ini. Dan memang seharusnyalah, peringatan-peringatan tersebut kita jadikan pelajaran untuk membuat hidup kita lebih bermakna, berisi, untuk menyambut datangnya alam lain setelah alam fana ini.
Saat pertama kali mendengar tentang kejadian yang menimpa Taufik di salah satu berita pagi, air mataku langsung mengalir deras. Bukan kepergiannya yang aku tangisi, karena aku hanya mengenalnya sebagai artis, namun kedatangan maut yang secara tiba-tiba yang membuatku tersadar, aku.......masih jauh dari siap untuk menerima ketentuan itu atas diriku. Ya Allah, demi nama-Mu, aku takkan sanggup menjalani azab Mu. Ya Allah.....begitu banyak waktu yang ku buang percuma, begitu banyak waktu yang hanya ku isi dengan pernak-pernik duniawi, begitu sedikitnya hal-hal yang kulakukan untuk bekal ku pulang Ya Rab......
Kita, kadang sibuk hanya memikirkan pekerjaan, keluarga, sibuk membeli baju, sepatu, tas dan semua aksesori yang membuat kita merasa lebih baik menjalani hidup dunia kita, sibuk mendandani diri bahkan kalo harus menentang kalam-Nya, asal tampil memikat pun dilakukan. Padahal, semua tidak ada yang akan memberi kita jaminan untuk mendapat kebaikan di hari akhir. Bahkan kulit mulus yang diusahakan mati-matian pun, nantinya hanya akan menjadi santapan belatung. Memang benar kata sebuah hadist, dengan seringnya mengingat kematian, semoga kita selalu menyiapkan diri kita untuk menghadapinya dan menjalani hidup dengan rendah hati dan selalu berusaha berada pada garis batas yang telah ditentukan oleh - Nya.
Ya Allah,jikalau nanti saatnya tiba, izinkan aku kembali kepada Mu dalam kedaan Husnul Khatimah, izinkan aku, walau tak pantas, merasakan kebahagiaan kehidupan kekal yang telah Engkau janjikan. Tunjukkan aku untuk berjalan di atas bumi ini dengan nama Mu, ampuni semua kesalahan ku ya Rab......Hanya kemurahan hati Mu yang akan memberikan kebaikan pada hamba Mu ini, di dunia dan akhirat, Amin.
"Di saat ajal kan datang menjelang
Malaikat izrail mainkan peran
kenikmatan dunia pun berlalu
Mohon ampunan sudah tak berlaku
Nyawa tercabut tubuh pun meregang
Allahu akbar janjimu tlah datang
Tiada lagi tempat pertolongan
kecuali amal dan perbuatan
Semasa hidup membentang zaman
ridho Illahi yang didambakan"
Rumbai, 12 Juli 2007
Buat seluruh saudari-saudariku, jika aku pernah menyakitimu,dulu, sekarang bahkan mungkin yang akan datang, ku mohon ampuni aku ya, aku ingin setiap detik yang aku lalui, bersih dari kesalahan-kesalahanku atas kalian. Semoga Allah, memberikan kebaikan-kebaikannya untuk kita ya, Amin.
Wednesday, July 11, 2007
RihLaH dan Ukhuwah IslaMiyaH
Hari minggu lalu pengajian bikin rihlah bareng ma mahasiswi ke danau buatan. Awalnya pada ribut juga, kok ke danau buatan, kan tempatnya orang yang suka berpasang-pasangan gitu. Yeee....gimana sih, kita kan gak liatin mereka, kita kan ke sana mo rekreasi. Akhirmya jadi juga deh ke danau buatannya. Aku sendiri gak pernah sih ke sana, jadi pengen juga tau kayak apa sih.
Pagi-pagi kita dah nyampe di danau buatan. Acara pertama pastinya ya materi pengajian dulu. Ternyata materinya Ukhuwah Islamiyah. Subhanallah, baru kali ini aku mendengar dengan seksama tentang materi ini, dan.........aku terharu. Indahnya kebersamaan dalam Islam ya. Seandainya..........eh....kok jadi berangan-angan gini. Tapi boleh donk ya berangan-angan untuk hal yang baik. Ya....seandainya semua muslim dan muslimah sadar bahwa mereka adalah bersaudara. Seandainya Ukhuwah diantara kita adalah benar-benar Ukhuwah Islamiyah, rasa persaudaraan yang diikat atas dasar cinta kepada Allah, bukan Ukhuwah Jahiliyah, dunia ini pasti indah banget.
Jikalau saja rasa persaudaraan berasal dari rasa cinta kepada Zat yang Maha Kekal, tentulah persaudaraan itu pun akan kekal dan takkan putus, karena dibangun di atas landasan yang sangat kuat, yang gak mungkin bisa digoyahkan. Ya....Allah, aku kangen masa-masa di Lhokseumawe dulu, masa dimana akhirnya aku memutuskan untuk hijrah, menggunakan jilbab. Saat-saat dimana dunia terasa penuh damai dan orang-orang yang saling kasih mengasihi. Dimana pun kalian berada sekarang, wahai saudariku, semoga Allah akan selalu mencurahkan rahmat-Nya atas kalian. Terima kasih atas segala hal yang telah kalian tunjukkan, sehingga akhirnya Allah memberiku jalan untuk memakai jilbab. Aku kangen dan sayang sama kalian.
Aku sebenarnya ingin menuliskan materi tersebut di blog ini. Namun karena belum selesai dan lengkap sehingga belum di publish. Aku selalu ingin menuliskan hal-hal yang membuat aku termotivasi untuk menjadi lebih baik, bukan apa-apa, ingatanku "tidak setia" (pelupa-red), jadi dengan menuliskannya, aku bisa membacanya kapan pun aku butuh, terutama saat keadaan iman sedang turun.
Alih-alih mo jalan-jalan liat pemandangan danau buatan, aku yang masih terkesima mendengar materi tsb jadi gak punya semangat untuk memperhatikan sekeliling. Aku sibuk dengan anakku, dengan teman-teman yang lain yang juga memilih untuk menyiapkan makan siang, sambil beberapa kata dari materi tadi terus terngiang di telingaku, terlintas di fikiranku.
Di akhir acara, kita saling tukar kado. Indahnya....dan seru pastinya. Kita sepakat untuk membeli kado seharga kurang lebih 5000-an. Setelah tukaran dan di buka, isinya macam-macam. Ada pigura foto, gunting kuku, sabun yang dihias pita dan pentul, tempat pinsil, tempat perhiasan, dll. Karena sudah siang, akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Dan tentunya ritual yang pastinya dilakukan adalah saling bersalaman dan saling memaafkan. Sungguh......entah kenapa materi ukhuwah tadi membuatku merasa ritual tersebut menjadi sebuah kebutuhan. Gimana gak. Mungkin, disengaja atau tidak, kita pernah ngomongin beberapa teman kita dibelakangnya, baik itu hal yang positif ataupun negatif. Lalu, kapan kita bisa minta maaf padanya. Ya....justru moment seperti ini adalah saatnya, kita bisa meminta maafnya atas kesalahan yang mungkin pernah kita perbuat. Ingat gak ada salah satu hadist yang mengatakan, jikalau sesama muslim bersalaman maka dari kedua tangan mereka berguguran dosa-dosa mereka. Masak gak pengen dosa-dosa kita dihapuskan.
Jadi, menurut saya, berkumpul untuk pengajian punya banyak sekali keuntungan. Yang baru saya sebut tadi adalah salah satunya. Bayangkan, kalo yang gak ikut, berarti kita gak punya kesempatan yang lebih sering untuk meminta maaf kepadanya atas kesalahan yang mungkin pernah kita lakukan, begitu juga sebaliknya. Rugi gak? Kalo menurut saya rugi banget :) Mungkin moment lain yang bisa digunakan adalah saat menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri atau idul Adha. Tapi itu kan cuma sekali setahun. Padahal kalo kita ikut pengajian, biasanya pertemuan pengajian dilakukan 1 kali seminggu, bahkan bisa lebih. so...kesempatan untuk membersihkan dosa-dosa kita atas sesama umat kan semakin banyak. Apalagi terhadap orang-orang yang paling sering berada di lingkungan kita, pasti kemungkinan melakukan kesalahan semakin besar kan?
Tentunya, niat untuk ikut pengajian bukan itu. Tapi mendapatkan hal yang jauh lebih banyak dari yang kita harapkan, semoga memotivasi kita untuk melakukannya dengan semangat. Kalo untuk hal yang positif, kenapa tidak? :)
Rumbai, 11 Juli 2007
Lagi-lagi diruangygdulusejukskrganget
Pagi-pagi kita dah nyampe di danau buatan. Acara pertama pastinya ya materi pengajian dulu. Ternyata materinya Ukhuwah Islamiyah. Subhanallah, baru kali ini aku mendengar dengan seksama tentang materi ini, dan.........aku terharu. Indahnya kebersamaan dalam Islam ya. Seandainya..........eh....kok jadi berangan-angan gini. Tapi boleh donk ya berangan-angan untuk hal yang baik. Ya....seandainya semua muslim dan muslimah sadar bahwa mereka adalah bersaudara. Seandainya Ukhuwah diantara kita adalah benar-benar Ukhuwah Islamiyah, rasa persaudaraan yang diikat atas dasar cinta kepada Allah, bukan Ukhuwah Jahiliyah, dunia ini pasti indah banget.
Jikalau saja rasa persaudaraan berasal dari rasa cinta kepada Zat yang Maha Kekal, tentulah persaudaraan itu pun akan kekal dan takkan putus, karena dibangun di atas landasan yang sangat kuat, yang gak mungkin bisa digoyahkan. Ya....Allah, aku kangen masa-masa di Lhokseumawe dulu, masa dimana akhirnya aku memutuskan untuk hijrah, menggunakan jilbab. Saat-saat dimana dunia terasa penuh damai dan orang-orang yang saling kasih mengasihi. Dimana pun kalian berada sekarang, wahai saudariku, semoga Allah akan selalu mencurahkan rahmat-Nya atas kalian. Terima kasih atas segala hal yang telah kalian tunjukkan, sehingga akhirnya Allah memberiku jalan untuk memakai jilbab. Aku kangen dan sayang sama kalian.
Aku sebenarnya ingin menuliskan materi tersebut di blog ini. Namun karena belum selesai dan lengkap sehingga belum di publish. Aku selalu ingin menuliskan hal-hal yang membuat aku termotivasi untuk menjadi lebih baik, bukan apa-apa, ingatanku "tidak setia" (pelupa-red), jadi dengan menuliskannya, aku bisa membacanya kapan pun aku butuh, terutama saat keadaan iman sedang turun.
Alih-alih mo jalan-jalan liat pemandangan danau buatan, aku yang masih terkesima mendengar materi tsb jadi gak punya semangat untuk memperhatikan sekeliling. Aku sibuk dengan anakku, dengan teman-teman yang lain yang juga memilih untuk menyiapkan makan siang, sambil beberapa kata dari materi tadi terus terngiang di telingaku, terlintas di fikiranku.
Di akhir acara, kita saling tukar kado. Indahnya....dan seru pastinya. Kita sepakat untuk membeli kado seharga kurang lebih 5000-an. Setelah tukaran dan di buka, isinya macam-macam. Ada pigura foto, gunting kuku, sabun yang dihias pita dan pentul, tempat pinsil, tempat perhiasan, dll. Karena sudah siang, akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Dan tentunya ritual yang pastinya dilakukan adalah saling bersalaman dan saling memaafkan. Sungguh......entah kenapa materi ukhuwah tadi membuatku merasa ritual tersebut menjadi sebuah kebutuhan. Gimana gak. Mungkin, disengaja atau tidak, kita pernah ngomongin beberapa teman kita dibelakangnya, baik itu hal yang positif ataupun negatif. Lalu, kapan kita bisa minta maaf padanya. Ya....justru moment seperti ini adalah saatnya, kita bisa meminta maafnya atas kesalahan yang mungkin pernah kita perbuat. Ingat gak ada salah satu hadist yang mengatakan, jikalau sesama muslim bersalaman maka dari kedua tangan mereka berguguran dosa-dosa mereka. Masak gak pengen dosa-dosa kita dihapuskan.
Jadi, menurut saya, berkumpul untuk pengajian punya banyak sekali keuntungan. Yang baru saya sebut tadi adalah salah satunya. Bayangkan, kalo yang gak ikut, berarti kita gak punya kesempatan yang lebih sering untuk meminta maaf kepadanya atas kesalahan yang mungkin pernah kita lakukan, begitu juga sebaliknya. Rugi gak? Kalo menurut saya rugi banget :) Mungkin moment lain yang bisa digunakan adalah saat menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri atau idul Adha. Tapi itu kan cuma sekali setahun. Padahal kalo kita ikut pengajian, biasanya pertemuan pengajian dilakukan 1 kali seminggu, bahkan bisa lebih. so...kesempatan untuk membersihkan dosa-dosa kita atas sesama umat kan semakin banyak. Apalagi terhadap orang-orang yang paling sering berada di lingkungan kita, pasti kemungkinan melakukan kesalahan semakin besar kan?
Tentunya, niat untuk ikut pengajian bukan itu. Tapi mendapatkan hal yang jauh lebih banyak dari yang kita harapkan, semoga memotivasi kita untuk melakukannya dengan semangat. Kalo untuk hal yang positif, kenapa tidak? :)
Rumbai, 11 Juli 2007
Lagi-lagi diruangygdulusejukskrganget
FuTsaL !!!
Sore ni mo berfutsal ria. Kalo gak karena ada tanding futsal ibu-ibu menyambut acara Family Gathering, kayaknya gak deh main futsal :P Tapi......lucu aja kali ya, liat temen-temen cewek bakal lari-lari ngerebutin bola satu. Hahahaha.......kebayang deh. Mana latihan gak pernah, mana lawan, mana kawan pun gak hafal. Paling ntar asal tendang, terserah deh ni mata kaki mo ngasih or ngoper bola ke sapa :D Yang penting asyik.
Beberapa teman dah pada sibuk ngomongin strategi dan sebagainya. Termasuk masalah kostum yang gak kelar-kelar. Ha.............dasar ibu-ibu, niatnya sih mo ngomongin strategi, tapi pas ketemu justru ngebahas kostum. Emang ada hubungannya apa menang or nyetak gol dengan warna kostum? Tau ah.......
Sementara yang lain pada ngomongin groupku yang katanya punya anggota dengan postur tubuh yang lebih tegap (bodyguard kaleee) dan gede, yang kata mereka bikin ciut juga. Karena pada takut laga body. Hi......hi.......Padahal ukuran body kan gak nentuin bisa nyetak or gak, kecuali pertandingan angkat besi kali :P
Terserah deh, yang penting sore ni maen dan dapet hadiah. Soalnya cuma terdiri dari 2 grup, so gak bakal ada yang kalah dan semuanya bakal dapet hadiah. Jadi....buat apa susah, gak la yaw......:)
Daripada main futsal, mendingan main badminton. Meski tetap pimponglah favouritku. Pimpong forever. Hua.......lawan selanjutnya semakin berat........semangat!!!
Beberapa teman dah pada sibuk ngomongin strategi dan sebagainya. Termasuk masalah kostum yang gak kelar-kelar. Ha.............dasar ibu-ibu, niatnya sih mo ngomongin strategi, tapi pas ketemu justru ngebahas kostum. Emang ada hubungannya apa menang or nyetak gol dengan warna kostum? Tau ah.......
Sementara yang lain pada ngomongin groupku yang katanya punya anggota dengan postur tubuh yang lebih tegap (bodyguard kaleee) dan gede, yang kata mereka bikin ciut juga. Karena pada takut laga body. Hi......hi.......Padahal ukuran body kan gak nentuin bisa nyetak or gak, kecuali pertandingan angkat besi kali :P
Terserah deh, yang penting sore ni maen dan dapet hadiah. Soalnya cuma terdiri dari 2 grup, so gak bakal ada yang kalah dan semuanya bakal dapet hadiah. Jadi....buat apa susah, gak la yaw......:)
Daripada main futsal, mendingan main badminton. Meski tetap pimponglah favouritku. Pimpong forever. Hua.......lawan selanjutnya semakin berat........semangat!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)